Kamis, 13 September 2012



Andik: Jangan Samakan Aku dengan Lionel MessiLaporan Wartawan Tribun Jakarta, Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pesepakbola Indonesia, Andik Vermansyah akhirnya melakukan debut resmi di klub anggota Major League Soccer (MLS) DC United.
Walaupun bermain di tim cadangan (reserve) dan bermain selama 45 menit saat DC United bertanding melawan Montreal Impact di ajang MLS Reserve League, Selasa (11/9/2012) waktu setempat, tetapi Pria kelahiran Jember, Jawa Timur itu tampil gemilang.
Andik Vermansyah masuk pada awal babak kedua menggantikan Robbie Russell. Dia menempati posisi sayap kanan menggeser posisi Mechak Jerome yang dipindah posisi menjadi bek kanan.
Seperti yang diberitakan situs resmi DC United, DC United.com, Andik beberapa kali mendobrak pertahanan Montreal mengandalkan kecepatannya melalui sayap. Andik yang mengenakan nomor punggung 39 lantas dijatuhkan pemain lawan. Sayang, hadiah tendangan bebas dari pelanggaran tersebut tak bisa dimanfaatkan para pemain DC United.
Umpan sempurna Lewis Neal tak bisa diselesaikan dengan tandukan oleh Lars Eckenrode.
Andik gagal membawa timnya menang dan harus kalah dua gol melalui gol yang dicetak oleh Calum Mallace menit ke-58 dan Eddie Sebrango menit-84.
Pesepakbola yang saat ini bermain untuk klub Persebaya Surabaya yang berkompetisi Indonesia Premier League (IPL) itu menjalani trial bersama DC United selama 10-14 hari dan tidak menutup kemungkinan Andik Vermansyah bisa melakukan trial lebih lama ataupun dikontrak permanen.
Susunan Pemain:
D.C. United: Joe Willis; Robbie Russell (Andik Vermansyah** 45), Ethan
White, Lars Eckenrode*, Mike Chabala; Lewis Neal, Mechack Jerome**,
Raphael Augusto, Yann Ekra**; Long Tan, Maicon Santos (Dennis Chin**
28).
Montreal: Evan Bush; Zarek Valentin, Dennis Iapichino (Maxim Tissot
64), Karl Ouimette, Amine Meftouh; Calum Mallace, Wandrille Lefevre,
Josh Gardner, Evan James (Eddie Sebrango 71); Sinisa Ubiparipovic
(Zakaria Messoudi 76), Andrew Wegner.

Kamis, 06 September 2012

Angin Duduk


Apa Sih Angin Duduk?

Ghiboo.com - Istilah angin duduk digunakan untuk menggambarkan gejala nyeri dada seperti rasa ditekan, keluar keringat dingin, perut kembung, ulu hati seperti ditusuk-tusuk sehingga menimbulkan rasa mual, dan dianggap lebih parah dari masuk angin biasa.
Langkah yang umum dilakukan adalah dengan minum larutan tolak angin, menggosokkan balsam, atau melakukan kerokan di bagian tubuh yang dirasa sakit. Namun, bisa saja 30 menit kemudian penderita meninggal dunia.
"Itu terjadi pada suami saya. Sehari sebelum meninggal, dia masih mengajak anak-anak bersepeda. Sorenya, mencuci mobil di halaman depan. Esok paginya, dia sehat bugar ketika berangkat kerja."
"Menjelang siang, dia telepon dan mengaku nyeri dada disertai berkeringat gede-gede. Ketika teman kantor mengajaknya makan siang, mereka mendapati suami saya sudah tertelungkup ke atas meja dan tidak bernapas lagi."
"Sebelumnya, dia memang sering mengeluh nyeri di bagian bawah dada. Begitu dikerok, sembuh, makanya kami menduga itu adalah angin duduk," cerita Mercy Sinambela, 38 tahun.
Di dalam dunia medis, istilah angin duduk mengarah pada penyakit jantung yang disebut Sindroma Koroner Akut (SKA). SKA adalah salah satu manifestasi klinis dari Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang utama dan paling sering mengakibatkan kematian.
Gejala awalnya berupa nyeri dada yang disebut angina pectoris, yaitu suatu sindrom klinis berupa serangan nyeri dada. Sejauh ini, penderitanya lebih banyak orang dewasa - terutama pria - yang tidak menjalankan pola atau gaya hidup sehat.
"Kasus yang paling banyak terjadi adalah pasien tidak cepat memeriksakan diri meski sudah mengalami gejala-gejala tadi. Jadi jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apa pun termasuk melakukan hubungan seksual. Secepatnya pergi ke rumah sakit untuk ditangani oleh ahli jantung atau dokter bagian kardiovaskular," saran dokter Femmy Nurul Akbar, SpPD yang ditemui disela-sela tugas prakteknya sebagai Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan.
Angina terjadi saat istirahat dan terus menerus, biasanya lebih dari 15 menit. Angina mengalami peningkatan dengan semakin lama waktu nyerinya atau lebih mudah tercetus.
Melalui sebuah jurnalnya, Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof. DR. dr. Teguh Santoso, SpPD, menyarakan agar pasien segera mendapatkan pertolongan tidak lewat dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama.
Variasi rasa nyerinya, menurut Profesor Teguh, dada seperti ditekan, diremas-remas yang rasanya menjalar ke leher dan lengan, atau merasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin. Keluhan dapat merambat ke kedua rahang gigi, bahu, serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti maag.
Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi). Penyempitan tersebut menyebabkan sebagian jantung tidak mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga pasokan darah ke jantung pun tidak seimbang. Kondisi ini akhirnya mengakibatkan kerusakan pada otot jantung yang dapat menyebabkan kematian.
Prof. Teguh mengatakan, satu-satunya pencegahan yang dapat dilakukan hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat antiplatelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau mengantisipasi ketidakseimbangan suplai oksigen dan kebutuhan oksigen ke jantung dengan nitat, betabloker, dan kalsium antagonis.
"Obat antiplatelet yang paling murah dan gampang, ya aspirin. Selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri, obat ini juga untuk melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat. Kalau berdasarkan hasil diagnosa dokter Anda menderita gangguan jantung, sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun Anda pergi, sebagai pertolongan awal sebelum ke rumah sakit. Berikutnya, ikuti semua saran dokter dalam hal pengobatan medis dan pola hidup sehat. Kesembuhan Anda, tergantung pada kepatuhan Anda pada dokter yang menangani," tegas dokter Femmy. (ib)